News Rabu, 30 Maret 2022 | 15:03

Kondisi Politik Indonesia Cenderung Memburuk dalam 2,5 Tahun Terakhir

Lihat Foto Kondisi Politik Indonesia Cenderung Memburuk dalam 2,5 Tahun Terakhir Survei SMRC periode 13-20 Maret 2022, terungkap kondisi politik nasional cenderung memburuk dalam 2,5 tahun terakhir. (Foto: Ilustrasi)
Editor: Tigor Munte

Jakarta - Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 13-20 Maret 2022, terungkap kondisi politik nasional cenderung memburuk dalam 2,5 tahun terakhir.

"Dalam survei terakhir Maret 2022, warga yang menilai kondisi politik nasional baik/sangat baik sekitar 32,6 persen. Sementara yang menilai buruk/sangat buruk 23,5 persen, dan ada 33,8 persen yang menilai sedang saja. Yang tidak tahu/tidak jawab 10,2 persen," beber Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam rilis hasil survei, Rabu, 30 Maret 2022.

Disebutnya, dari September 2019 ke Maret 2022, yang menilai kondisi politik baik/sangat baik menurun dari 41 persen menjadi 32,6 persen. Sebaliknya yang menilai buruk/sangat buruk naik dari 14,5 persen menjadi 23,5 persen. 

Selain itu, ujar Deni Irvani, persepsi atas kondisi penegakan hukum juga cenderung memburuk dalam 2,5 tahun terakhir.

Baca juga: Radikal Hanya Propaganda Politik, Rezim Jokowi Dinilai Nirprestasi

Pada survei Maret 2022 ada sekitar 43,5 persen warga yang menilai kondisi penegakan hukum baik/sangat baik. Yang menilai buruk/sangat buruk 24,9 persen, dan ada 27,1 persen yang menilai sedang saja. Yang tidak tahu/tidak menjawab 4,4 persen.

"Dari September 2019 ke Maret 2022, yang menilai kondisi penegakan hukum buruk/sangat buruk naik dari 15,1 persen menjadi 24,9 persen," terangnya.

Baca juga: Busyro Muqoddas: Elite yang Usulkan Penundaan Pemilu Seperti Keledai Politik

Diungkap pula bahwa kondisi keamanan lebih baik dibanding kondisi politik dan penegakan hukum.

Dia mengatakan, dalam survei Maret 2022, warga yang menilai kondisi keamanan baik/sangat baik sekitar 58,7 persen, yang menilai buruk/sangat buruk 13 persen, dan ada 25,5 persen yang menilai sedang saja. Yang tidak tahu/tidak menjawab 2,8 persen.

"Dalam 2,5 tahun terakhir warga pada umumnya (lebih dari 50 persen) menilai kondisi keamanan nasional dalam keadaan baik atau sangat baik, meskipun ada fluktuasi," tukasnya.

Sebelumnya disebutkan survei nasional ini dilakukan SMRC dengan jumlah responden sebanyak 1.027.

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,12 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.[]

 

 

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya